Sebuah derek konstruksi (crane) pada proyek kereta cepat di Thailand ambruk dan menimpa kereta penumpang yang sedang melaju. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.05 waktu setempat, seperti dilaporkan Bangkok Post.
Menurut keterangan State Railway of Thailand (SRT), kereta ekspres rute Bangkok–Ubon Ratchathani saat itu melintasi jalur Ban Thanon Kod di Distrik Sikhiu, sekitar 230 kilometer timur laut Bangkok. Kereta membawa 195 penumpang dan awak dan melaju dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per jam.
Crane Jatuh, Gerbong Tergelincir dan Terbakar
Saat kereta melintas, sebuah crane yang digunakan untuk mengangkat balok beton jalur kereta cepat layang tiba-tiba runtuh dan jatuh menimpa rangkaian kereta. Crane tersebut pertama kali menghantam gerbong kedua, yang diketahui berisi sekitar 40 penumpang.
Benturan keras menyebabkan beberapa gerbong tergelincir dan memicu kebakaran. Api dengan cepat membesar, memperparah situasi di lokasi kejadian.
Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi. Kereta berpendingin udara itu dilengkapi pintu dan jendela otomatis elektrik yang tidak dapat dibuka secara manual saat aliran listrik terputus.
Saksi Mata dan Proses Evakuasi
Seorang warga setempat, Mitr Intrpanya (54), mengaku mendengar suara keras dari atas sebelum insiden terjadi.
Saya mendengar suara seperti sesuatu meluncur dari atas, lalu terdengar dua kali ledakan. Ketika saya mendekat, crane itu sudah berada di atas kereta penumpang dengan tiga gerbong, ujarnya, dikutip Bangkok Post, Rabu (14/1/2026).
Tim penyelamat kemudian dikerahkan ke lokasi dengan peralatan pemotong hidrolik untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak di antara puing-puing. Para korban selamat segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Korban Jiwa dan Luka
Gubernur Provinsi Nakhon Ratchasima, Anupong Suksomnit, menyatakan bahwa jumlah korban tewas mencapai 30 orang. Sementara itu, sekitar 60 hingga 70 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan delapan orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Tim penyelamat juga memperkirakan masih ada sekitar lima penumpang yang terjebak di reruntuhan saat proses pencarian berlangsung.
Penyelidikan dan Tanggung Jawab Proyek
Menteri Perhubungan Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan telah memerintahkan SRT untuk menyelidiki penyebab runtuhnya crane. Pihak SRT akan membentuk komite pencari fakta yang ditargetkan menyampaikan hasil penyelidikan dalam waktu 15 hari.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa pengawas proyek akan dimintai pertanggungjawaban.
Insiden seperti ini terjadi terlalu sering, ujarnya kepada wartawan di Bangkok.
Diketahui Tuna55 saat meninjau lokasi, crane tersebut dimiliki oleh Italian-Thai Development Plc, kontraktor utama proyek jembatan jalur kereta cepat.
Proyek Kereta Cepat Thailand–China
Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari fase pertama proyek kereta cepat Bangkok–Nakhon Ratchasima, dengan nilai investasi sekitar US$5,4 miliar. Proyek ini telah mengalami sejumlah penundaan sejak dimulai pada 2017.
Kereta cepat Thailand–China dirancang untuk menghubungkan Bangkok dengan Kunming, China, melalui Laos, dan diperkirakan baru akan rampung pada 2030.