You are currently viewing 301 Penumpang Singapore Airlines Terjebak Lebih dari Enam Jam di Pesawat, Akhirnya Diturunkan Kembali

301 Penumpang Singapore Airlines Terjebak Lebih dari Enam Jam di Pesawat, Akhirnya Diturunkan Kembali

Sebanyak 301 penumpang penerbangan Singapore Airlines (SIA) terjebak di dalam pesawat selama lebih dari enam jam pada Sabtu, 10 Januari 2026. Para penumpang akhirnya harus diturunkan kembali setelah masalah teknis pada pesawat tidak dapat diselesaikan.

Juru bicara SIA menjelaskan pada Selasa (13/1/2026), insiden bermula saat penerbangan SQ661 lepas landas dari Bandara New Chitose, Sapporo, Prefektur Hokkaido, menuju Singapura pada pukul 10.14 waktu setempat. Sekitar satu jam setelah mengudara, pesawat Airbus A350-900 itu terpaksa kembali ke bandara karena terdeteksi gangguan teknis.

Pesawat mendarat kembali sekitar pukul 11.30 dan kemudian diparkir di area terpencil bandara untuk pemeriksaan lanjutan. Selama proses tersebut, seluruh penumpang tetap berada di dalam kabin.

Penurunan Penumpang Berlangsung Lama

Mengutip laporan The Star (Rabu, 14/1/2026), pada pukul 14.15 waktu setempat pihak maskapai memutuskan membatalkan penerbangan karena dibutuhkan waktu tambahan untuk investigasi teknis. Seorang penumpang kepada Shin Min Daily News mengungkapkan bahwa pendingin udara di kabin sempat tidak berfungsi dalam beberapa waktu.

Penumpang tersebut juga menyebut ia tergabung dalam rombongan wisata sekitar 20 orang dari agen perjalanan ASA Holidays, sementara rombongan lain berasal dari CTC Travel.

Proses penurunan penumpang berlangsung lama akibat keterbatasan bus antar-jemput di bandara, yang tengah memasuki musim puncak perjalanan di Sapporo. Kelompok penumpang terakhir baru dapat keluar dari pesawat sekitar pukul 17.00 waktu setempat—lebih dari lima jam setelah pesawat mendarat kembali.

Kompensasi dan Pengaturan Ulang Penerbangan

SIA menyatakan telah menyediakan minuman dan makanan ringan bagi penumpang selama menunggu di kabin. Maskapai juga mengatur akomodasi hotel, transportasi darat, serta makanan di wilayah Sapporo dan Chitose jika memungkinkan.

Pihak maskapai menambahkan bahwa biaya penginapan dan konsumsi yang diatur sendiri oleh penumpang akan diganti. SIA kemudian mengoperasikan penerbangan pengganti yang berangkat dari Sapporo pada 11 Januari 2026 pukul 10.57 dan tiba di Singapura pada 18.24 waktu Singapura.

Penumpang transit di Singapura juga dibantu untuk melakukan pemesanan ulang penerbangan lanjutan.

Insiden Terpisah: Kasus Pencurian di Pesawat Singapore Airlines

Dalam kasus terpisah, seorang pria warga negara Indonesia berusia 30 tahun diadili atas dakwaan pencurian dan penipuan terkait penerbangan SIA. Pria bernama Dimas Setiawan Joko itu didakwa mencuri dompet penumpang lain saat berada di penerbangan SQ242 rute Sydney–Singapura pada 15 Maret 2025 sekitar pukul 20.10.

Dompet tersebut berisi USD 122, Rp427.000, serta sebuah kartu debit. Dimas kemudian menggunakan kartu tersebut untuk membeli air mineral seharga S$2 dan cokelat senilai sekitar S$90 di gerai Bandara Bandara Changi, termasuk beberapa kotak cokelat Merlion.

Pelaku Ditangkap dalam Waktu Satu Jam

Korban menerima notifikasi transaksi mencurigakan dari aplikasi perbankannya dan segera melapor ke polisi. Berdasarkan penyelidikan dan rekaman CCTV, polisi bandara berhasil mengidentifikasi dan menangkap Dimas dalam waktu satu jam setelah laporan dibuat.

Penyelidikan mengungkap bahwa pelaku dan korban saling mengenal serta menggunakan kompartemen bagasi kabin yang sama selama penerbangan. Saat dihadapkan ke pengadilan pada 27 Maret 2025, Dimas mengaku bersalah dan memilih tidak didampingi pengacara.

Mengutip Tuna55, jika terbukti bersalah, Dimas terancam hukuman denda dan penjara hingga 13 tahun. Asisten Komisaris Polisi M. Malathi, Komandan Divisi Kepolisian Bandara, menyebut aktivasi notifikasi transaksi pada aplikasi perbankan korban sangat membantu percepatan penanganan kasus.

Leave a Reply