Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan kembali menyerahkan 1.320 unit rumah kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh. Penyerahan ini merupakan tahap lanjutan distribusi Hunian Danantara (huntara) bagi warga terdampak bencana.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya sebelumnya telah menyerahkan 600 unit huntara pada 8 Januari 2026.
Hanya dalam waktu 10 hari kita membangun dan sudah melakukan serah terima pada 8 Januari lalu, sebanyak 600 rumah hunian tetap, ujar Rosan dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 di Menara Global, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rosan menambahkan, tahap berikutnya akan dilaksanakan pada 15 Januari 2026, dengan penyerahan tambahan 1.320 unit hunian.
Besok, tanggal 15, kami akan menyerahkan lagi 1.320 hunian tetap. Total hunian yang akan kami bangun mencapai 15 ribu unit dalam waktu tiga hingga empat bulan, jelasnya.
Kolaborasi Danantara dengan BUMN dalam Pembangunan
Dalam proses pembangunan hingga pembiayaan, Danantara melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN Karya berperan dalam pembangunan fisik hunian, sementara dukungan pembiayaan turut melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk BRI.
Kolaborasi lintas BUMN ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memastikan kualitas hunian yang dibangun memenuhi standar kelayakan.
600 Huntara Telah Diserahkan ke Aceh Tamiang
Sebelumnya, Danantara melalui kerja sama dengan BUMN Karya telah menyerahkan 600 unit huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan tersebut menandai kesiapan kawasan hunian untuk dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara dalam menyediakan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana di Sumatra.
Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bagaimana hunian ini benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari, ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Dibangun Cepat dengan Fasilitas Dasar Lengkap
Pembangunan huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan rampung serta diserahterimakan pada 8 Januari 2026. Hunian dirancang untuk memenuhi kebutuhan darurat dengan struktur yang kokoh dan utilitas dasar yang siap digunakan.
Akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik telah disiapkan agar aktivitas warga dapat berjalan dengan tertib dan sehat. Dukungan layanan kesehatan juga menjadi bagian dari fasilitas yang disediakan.
Ini adalah hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terima kasih kepada Danantara dan seluruh BUMN yang terlibat. Masyarakat sudah lama menantikan hunian layak. Kami akan mendistribusikannya secara bertahap, dimulai dari 100 unit agar proses adaptasi berjalan lancar, ujar Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.
Fasilitas Pendukung dan Skema Pengelolaan
Selain unit hunian, kawasan Rumah Hunian Danantara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti klinik kesehatan, taman bermain, akses internet, serta pasokan listrik tanpa biaya. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sosial keluarga Tuna55 selama masa transisi.
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan mengelola penetapan penerima manfaat, distribusi hunian, serta proses relokasi atau penempatan agar pemanfaatannya berjalan tertib dan tepat sasaran.
Skema tersebut dinilai penting karena pemulihan pascabencana tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga ketepatan dan keadilan dalam penyaluran bantuan, sehingga hunian yang disediakan benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak di lapangan.